Ayyoubmaulana Ide Bisnis Kreatif

Cara Menjadi Dropshipper Pemula

dropship  Cara Menjadi Dropshipper Pemula

Published at Friday, August 21st 2020, 02:14:33 AM. dropship. By admin.

Indonesia diprediksi menjadi pasar ecommerce terbaik di Asia. Pada tahun 2021, pendapatan dari bisnis online akan mencapai $14,47 miliar. Angka itu akan senilai dengan 20 persen pendapatan negeri ini.

Tak heran, bisnis online adalah ladang uang paling strategis untuk dijajaki. Di antara sekian banyak skema berbisnis online, dropship adalah salah satu yang cukup potensial. Skema bisnis dropship bisa dibilang minim risiko sekaligus juga minim modal.

Siapa saja bisa memulai berbisnis dropship alias menjadi dropshipper. Asalkan tidak asing dengan ecommerce, peka dengan demand pasar, dan getol untuk memasarkan bisnis.

Jadi, apakah Anda berminat menjadi dropshipper?

Kalau iya, artikel ini harus Anda baca. Di sini kami akan mengulasi cara menjadi dropship tanpa modal. Tak lupa, ada juga bahasan serba-serbi strategi membangun bisnis dropship yang sukses, seperti:

Memilih produk dan partner bisnis yang cocok; Menambahkan nilai jual unik (unique selling points) pada bisnis; membuat branding bisnis; Build website yang apik; Melakukan otomatisasi proses pembelian dan notifikasi; Mempercepat penjualan dengan teknik marketing tepat.

Tanpa banyak basa-basi lagi, mari mulai topik bahasannya.

Apakah itu Bisnis Dropship?

Bisnis dropship ialah model bisnis di mana seseorang menawarkan produk yang dibuat oleh pihak lain. Namun, untuk menjual produk ini, orang ini tak perlu membeli produk dan mengirimkannya secara manual. Lewat bisnis dropship, produsen juga lah yang transfer produknya ke konsumen.

Lalu, apa itu dropshipper? Dropshipper adalah orang menjalankan bisnis dropship. Kalau Anda nantinya menjalankan bisnis dropship, Anda akan dipanggil sebagai dropshipper.

Sebagai dropshipper, Anda tak perlu lagi planning produksi dan pengiriman barang. Sebab, kesemuanya itu sudah menjadi tugas si produsen.

Tugas Anda kemudian adalah mengembangkan bisnis itu sendiri. Bagaimana langkah konkretnya?

Sebentar. Jangan buru-buru dulu.

Sebelum mengerti strategi bisnisnya, tentu Anda perlu pahami dulu bagaimana cara dropship dan cara menjadi dropshipper. Untuk itu, ada baiknya Anda baca artikel satu ini: Cara Memulai Bisnis Dropship.

Selain cara-cara berbisnis, anda akan temukan gambaran besar soal bisnis dropship di artikel tersebut. Apa saja keuntungan dan tantangan mengarungi dropshipping? Jenis produk apa saja yang bisa di-dropship? Semuanya terangkum di sana.

Setelah hafal, diperkenankan lah Anda menyelam lebih mendalam untuk tahu strategi sukses berbisnis dropship. Toh, bukannya itu tujuan artikel ini. Sebentar lagi, kami akan sodorkan pada Anda strategi marketing yang spesifik untuk dropshipping.

Kunci sukses dropshipping ada pada marketing dan customer service. Jika Anda merupakan orang yang kreatif sekaligus menyukai interaksi dengan orang lain, keduanya tentu tak jadi masalah. Malah, kedua hal ini bisa terasa sangat menyenangkan.

Namun, ada baiknya juga untuk kombinasikan hal-hal kreatif ini dengan eksekusi yang lebih terarah. Data dan best practice yang tepat bisa menjawab strategi bisnis dropship yang efektif, efisien, dan sukses. Berikut beberapa tips yang bisa kami bagikan kepada Anda.

Baca juga : Fitur fitur Sedot X

1. Memilih Produk dan Partner yang Tepat

Sori. Kedua hal ini tak bisa ditawar. Keduanya adalah kunci sukses bisnis dropship.

Pilihan produk yang cocok mengantarkan Anda pada konsumen yang banyak. Partner dropship / supplier barang yang tepat juga akan melancarkan bisnis Anda.

Akan tetapi, akui saja, sangat susah untuk memilih produk dan supplier yang cocok. Sebab, tak ada patokan pasti mana yang pas untuk bisnis. Jadi, seringkali kesemuanya tergantung pada insting dan chemistry dengan partner bisnis.

Walaupun seperti itu, kami akan coba kasih sedikit panduan untuk membantu Anda menentukan produk untuk dropship. Berikut poin-poin yang kami maksud:

Pilih barang-barang yang punya niche yang sama. Terlalu banyak barang dengan niche beragam hanya akan membuat Anda tidak fokus. Reputasi toko juga tidak akan sebaik yang khusus menjual produk tertentu. Pilih produk yang enteng dan tahan lama (durable). Tipikal produk macam ini bisa mengurangi risiko rusak selama proses pengiriman barang. Jangan memilih produk yang berat, bervolume besar, gampang rusak, dan pecah belah. Produk yang sejenis ini sulit dikirimkan, ongkos kirimnya mahal, dan risiko rusak juga besar. Dahulukan untuk jual barang yang punya permintaan tinggi dalam jangka waktu lama. Jual produk-produk yang sedang tren di pasaran. Jadikan produk tersebut sebagai penarik pelanggan baru. Akan tetapi, jangan hanya menggantungkan produk-produk yang sedang tren supaya terhindar dari risiko kerugian. Hindari menjual produk yang sudah dimiliki oleh kompetitor besar dan punya basis pelanggan setia.

Selain soal produk, jangan lupakan juga hubungan Anda dengan supplier produk. Sebisa mungkin, buatlah hubungan dekat dan personal dengan partner bisnis Anda.

Anggap supplier adalah pihak yang sama pentingnya dengan konsumen. Tanpa adanya supplier, tentu saja bisnis Anda takkan berjalan. Tak ada barang yang sampai ke tangan konsumen bila supplier-nya saja tak ada.

Jangan anggap tips ini bualan saja lho ya. Berhubungan baik dengan supplier ini ialah strategi yang dipakai oleh Zappos. Diceritakan dalam buku Delivering Happiness yang wajib dibaca Hoster Rangers, strategi ini pula yang mengantarkan Zappos menjadi ecommerce sepatu pertama yang memiliki koleksi terlengkap dengan harga murah.

Ditambah dengan customer service yang memang terbaik, Zappos akhirnya bergabung dengan Amazon. Jadi, kesuksesan bisnis juga sangat ditentukan oleh partner Anda. Ingatlah tips di atas sepanjang Anda menjalankan bisnis. Terutama di masa awal-awal.

Selain relasi dengan partner, Anda juga perlu coba pikirkan skema kerja sama yang tepat. Tak selamanya keuntungan diambil dari selisih harga supplier dan harga jual dropshipper. Kalau begitu, Anda akan mati-matian bersaing di pasaran. Sebab, akan selalu ada penjual yang menjajakan barangnya dengan harga lebih murah.

Strategi macam itu tak sehat. Pun, tidak akan membuat Anda mendapatkan banyak value.

Jadi, coba pikirkan sistem komisi untuk supplier Anda. Sistem ini jauh lebih bagus diterapkan. Pun, supplier jadi ikut andil dalam kesuksesan bisnis. Anda bisa menekan supplier agar terus memperbaiki kualitas produk dan pelayanan. Apalagi dalam hal informasi stok barang dan respons cepat (terutama berhubungan dengan retur atau pengembalian barang).

2. Berikan Nilai Jual yang Berbeda

Jual dengan harga paling murah, niscaya banyak pelanggan mengantri. Kalimat itu terlanjur terpatri di ingatan banyak orang. Pebisnis dan konsumen juga.

Mungkin itu sebabnya harga adalah hal utama yang dilihat. Calon konsumen selalu mencari harga terendah. Mau tak mau, pebisnis bersaing memasarkan harga yang ekonomis pula.

Namun, percayalah membanting harga tak selamanya membuat bisnis Anda sukses. Dalam jangka panjang, praktik bisnis yang demikian hanya akan mempersulit Anda sendiri. Karena itu artinya, Anda dipaksa menjaring pembeli dalam jumlah semakin banyak.

Padahal kan sudah jadi rahasia umum. Menjaring customer baru itu lebih sulit dan mahal dibandingkan mempertahankan yang lama. Kalau dipersentasikan, kemungkinan menjual ke kostumer baru hanya berkisar 5-20 persen. Jauh nilainya dengan persentase jual ke pelanggan yang sudah pernah membeli, yaitu 60-70 persen.

Maka dari itu, Anda perlu cerdas menambahkan nilai jual ke produk. Lewat nilai jual ini pulalah Anda bisa membenarkan harga yang sedikit di atas rata-rata.

Dalam kasus bisnis dropship, memang agak sulit untuk menambahkan nilai jual atau unique selling point ke produk. Ya karena kembali lagi…apapun yang berhubungan dengan produk bukan urusan langsung Anda.

Sebagai gantinya, alihkan nilai jual ke hal-hal yang berhubungan dengan pelanggan. Misalnya saja, customer service yang taktis, jaminan waktu pengiriman yang cepat, ongkos kirim yang kompetitif, beri poin dan reward, berikan freebies dan tester produk, dan sebagainya.

3. Perhatikan Branding Bisnis

Branding adalah perkara yang tak bisa dilepaskan dari bisnis. Karena branding lah, sebuah bisnis bisa diingat oleh banyak orang. Karena branding juga, bisnis sukses menarik pelanggan dan menjadikan dirinya tidak sama dengan bisnis lain.

Alasan di atas pastinya masuk akal. Bahkan, sudah jadi hal yang biasa. Jadi, mari coba kita balik logikanya agar Anda paham betul pentingnya branding.

Sederhananya, toko online tidak punya branding hanya akan dilupakan. Toko semacam itu ━ kasarnya ━ tak bagus dan meniatkan diri hanya untuk dipakai sekali transaksi. Calon pelanggan jadinya tak punya alasan kuat untuk membeli di toko tersebut.

Itu pula mengapa kebanyakan bisnis dropship yang tak ber-branding, gila-gilaan menurunkan harga. Sebelum pada akhirnya gulung tikar karena usaha tak sebanding dengan cuan.

Jadi, sampai sini, Anda mengerti kan arti penting sebuah branding? Ya. Kami harap seperti itu.

Identitas bisnis Anda ada dalam branding. Karena keunikan sendiri itu unik, Anda bisa saja meniatkan branding sebagai salah satu bentuk nilai jual atau unique selling point.

Untuk membuat konsep ini lebih mudah dipahami, Anda bisa menganggap branding sebagai seorang teman. Bagaimana sifat, kepribadian, dan gayanya nampak di desain logo, tampilan website, dan materi promosi lainnya.

Kami tahu konsep memanusiakan bisnis sedikit sulit dipahami. Tapi intinya, branding harus bisa menjelaskan apa bisnis Anda dan apa yang bisa bisnis Anda lakukan. Nantinya, Anda bisa mengukur seberapa kuat branding usaha dalam tiga kategori:

Top of Mind ━ sebuah brand langsung dikenal ketika seseorang menanyakan brand di kategori produk tertentu. Misalnya, “sebutkan lima brand gadget yang Anda tahu”. Maka daftar brand yang disebut berhasil menduduki kasta brand awareness yang tertinggi.

Un-aided Awareness ━ konsumen mengenal brand setelah dipancing dengan menyebutkan brand kompetitornya. Dengan pertanyaan sama seperti sebelumnya dan ditambah menyebutkan brand A, konsumen bisa menyebutkan brand B, C, D, dan E.

Aided Awareness ━ saat sebuah nama brand diinfokan oleh orang kepada konsumen. Dengan kata lain, konsumen tidak otomatis memikirkannya.

Most Downloaded Pictures of The Month

Tools Dropship Terbaik

Tools Dropship Terbaik

Apa itu Sedot-X

Apa itu Sedot-X
Sedot-X Dropship Tools
Sedot-X Dropship Tools
Tools Dropship Ampuh
Tools Dropship Ampuh

Tools Dropship Paling Bagus

Tools Dropship Paling Bagus

Tools Dropship Terbaik

Tools Dropship Terbaik
Fitur-fitur Sedot-X
Fitur-fitur Sedot-X
Sedot-X Dropship Tools
Sedot-X Dropship Tools
dropship  Cara Menjadi Dropshipper Pemula

Supaya mencapai tingkatan tertinggi brand awareness, ada banyak hal yang bisa dipahami. Caranya pun tak hanya pada yang sosmed dan promo saja. Misalnya saja, menjual program coba gratis (freemium), memberlakukan promosi lewat referral, berpartner dengan influence dan lainnya.

Gallery of Cara Menjadi Dropshipper Pemula

dropship  Cara Menjadi Dropshipper Pemula

Trending Today

Sedot-X Dropship Tools
Sedot-X Dropship Tools
Tools Dropship Paling Bagus
Tools Dropship Paling Bagus

97 out of 100. Rated by 649 users.
1 star 2 stars 3 stars 4 stars 5 stars

Comments are closed.

Recent Posts

Categories

Monthly Archives

Static Pages

Popular Galleries

Tools Dropship Terbaik

Tools Dropship Terbaik

Tools Dropship Paling Bagus

Tools Dropship Paling Bagus

Tools Dropship Ampuh

Tools Dropship Ampuh

Fitur-fitur Sedot-X

Fitur-fitur Sedot-X

Apa itu Sedot-X

Apa itu Sedot-X
Sedot-X Dropship Tools
Sedot-X Dropship Tools

Tag Cloud

AboutTerms of ServicePrivacy NoticeCookie PolicyContactCopyright

Any content, trademark/s, or other material that might be found on this site that is not this site property remains the copyright of its respective owner/s.