Ayyoubmaulana Ide Bisnis Kreatif

Cara Menjadi Dropshipper Viva

dropship  Cara Menjadi Dropshipper Viva

Published at Sunday, March 29th 2020, 06:31:35 AM. dropship. By admin.

Tanah air ini diprediksi menjadi pasar ecommerce terbesar di Asia. Pada tahun 2021, pendapatan dari bisnis online akan mencapai $14,47 miliar. Angka itu akan sama dengan 20 persen pendapatan negeri ini.

Tak heran, bisnis online adalah ladang uang paling strategis untuk dicoba. Di antara sekian banyak skema berbisnis online, dropship adalah salah satu yang cukup potensial. Skema bisnis dropship bisa dibilang minim risiko sekaligus juga minim modal.

Siapa saja bisa memulai berbisnis dropship alias menjadi dropshipper. Asalkan tidak asing dengan ecommerce, peka dengan permintaan pasar, dan getol untuk mempromosikan bisnis.

Jadi, apakah Anda tertarik menjadi dropshipper?

Kalau iya, artikel ini cocok untuk Anda baca. Di sini kami akan membahas cara menjadi dropship tanpa modal. Tak lupa, ada juga bahasan serba-serbi strategi memulai bisnis dropship yang sukses, seperti:

Memilih produk dan partner bisnis yang cocok; Menambahkan nilai jual unik (unique selling points) pada bisnis; Menggarap branding bisnis; Membuat website yang apik; Mengaplikasikan otomatisasi proses pembelian dan notifikasi; Mempercepat penjualan dengan teknik marketing tepat.

Tanpa banyak basa-basi lagi, mari mulai topik bahasannya.

Apa itu Bisnis Dropship?

Bisnis dropship adalah model bisnis di mana seseorang memperkenalkan produk yang dibuat oleh pihak lain. Namun, untuk menjual produk itu, orang ini tak perlu membeli produk dan mengirimkannya secara manual. Lewat bisnis dropship, produsen juga lah yang mengirimkan produknya ke konsumen.

Lalu, apa itu dropshipper? Dropshipper adalah orang menjalankan bisnis dropship. Kalau Anda nantinya menjalankan bisnis dropship, Anda akan dipanggil sebagai dropshipper.

Sebagai dropshipper, Anda tak perlu lagi membuat produksi dan pengiriman barang. Sebab, kesemuanya itu sudah jadi tugas pihak produsen.

Tugas Anda kemudian adalah mengembangkan bisnis itu sendiri. Bagaimana langkah konkretnya?

Sebentar. Jangan buru-buru dulu.

Sebelum tahu strategi bisnisnya, tentu Anda perlu pahami dulu gimana cara dropship dan cara menjadi dropshipper. Untuk itu, ada baiknya Anda baca artikel satu ini: Cara Memulai Bisnis Dropship.

Selain cara-cara berbisnis, kamu akan menemukan gambaran besar soal bisnis dropship di artikel itu. Apa saja keuntungan dan tantangan mengarungi dropshipping? Jenis produk apa saja yang dapat di-dropship? Semuanya terangkum di sana.

Setelah khatam, diperkenankan lah Anda menyelam lebih jauh untuk tahu strategi sukses berbisnis dropship. Toh, bukannya itu tujuan artikel ini. Sebentar lagi, kami akan sajikan pada Anda tips marketing yang spesifik untuk dropshipping.

Suksesnya dropshipping ada pada marketing dan customer service. Kalau Anda adalah orang yang kreatif sekaligus menyukai interaksi dengan orang lain, keduanya tentu tak jadi tantangan. Malah, kedua hal ini bisa terasa sangat bisa dinikmati.

Namun, ada baiknya juga untuk kombinasikan hal-hal kreatif ini dengan eksekusi yang lebih terarah. Data dan best practice yang tepat bisa menjawab strategi bisnis dropship yang efektif, efisien, dan menghasilkan. Berikut segelintie tips yang bisa kami bagikan kepada Anda.

Baca juga : Fitur fitur Sedot X

1. Tentukan Produk dan Partner yang Cocok

Sori. Kedua hal ini tak bisa ditawar. Keduanya merupakan kunci sukses bisnis dropship.

Memilih produk yang tepat mengantarkan Anda pada konsumen yang banyak. Partner dropship / supplier barang yang tepat juga akan mendukung kelancaran bisnis Anda.

Namun, akui saja, sangat susah untuk menentukan produk dan supplier yang tepat. Sebab, tak ada ukuran pasti mana yang pas untuk bisnis. Jadi, seringkali kesemuanya tergantung pada insting dan chemistry dengan partner bisnis.

Walaupun begitu, kami akan coba memberi sedikit panduan untuk membantu Anda memilih produk untuk dropship. Berikut poin-poin yang kami maksud:

Pilih barang-barang yang punya niche yang sama. Terlalu banyak barang dengan niche campur aduk hanya akan membuat Anda tidak fokus. Reputasi toko juga tidak akan sebaik yang khusus menjual produk tertentu. Pilih produk yang ringan dan tahan lama (durable). Tipikal produk macam ini bisa mengurangi risiko rusak selama proses pengiriman barang. Hindari produk yang berat, bervolume besar, gampang rusak, dan pecah belah. Produk yang sejenis ini sulit dikirimkan, ongkos kirimnya mahal, dan risiko rusak juga besar. Dahulukan untuk jual barang yang punya permintaan tinggi dalam jangka waktu lama. Jual produk-produk yang sedang tren di pasaran. Jadikan produk tersebut sebagai penarik pelanggan baru. Akan tetapi, jangan hanya menggantungkan produk-produk yang sedang tren supaya menghindari dari risiko kerugian. Hindari menjual produk yang sudah dimiliki oleh kompetitor besar dan punya basis pelanggan setia.

Selain soal produk, jangan lupakan juga kaitan Anda dengan supplier produk. Sebisa mungkin, buatlah hubungan dekat dan personal dengan partner bisnis Anda.

Anggap supplier yaitu pihak yang sama pentingnya dengan konsumen. Tanpa adanya supplier, tentu saja bisnis Anda takkan berjalan. Tak ada barang yang sampai ke tangan konsumen bila supplier-nya saja tak ada.

Jangan pikir tips ini bohongan saja lho ya. Berhubungan baik dengan supplier ini merupakan strategi yang dipakai oleh Zappos. Dikisahkan dalam buku Delivering Happiness yang wajib dibaca Hoster Rangers, strategi ini pula yang mengantarkan Zappos menjadi ecommerce sepatu pertama yang memiliki koleksi komplit dengan harga murah.

Ditambah dengan customer service yang memang tidak diragukan, Zappos akhirnya bergabung dengan Amazon. Jadi, kesuksesan bisnis juga sangat ditentukan oleh partner Anda. Ingatlah tips di atas selama Anda menjalankan bisnis. Paling penting di masa awal-awal.

Tidak hanya relasi dengan partner, Anda juga perlu coba memikirkan skema kerja sama yang tepat. Tak selamanya laba diambil dari selisih harga supplier dan harga jual dropshipper. Kalau begitu, Anda akan mati-matian bersaing di pasaran. Sebab, akan selalu ada penjual yang menjajakan barangnya dengan harga lebih murah.

Strategi seperti itu tak sehat. Pun, takkan membuat Anda mendapatkan banyak keuntungan.

Jadi, coba pertimbangkan sistem komisi untuk supplier Anda. Sistem ini jauh lebih bagus diterapkan. Pun, supplier jadi ikut andil dalam berjalannya bisnis. Anda bisa menekan supplier agar terus memperbaiki kualitas produk dan pelayanan. Apalagi dalam hal berita stok barang dan respons cepat (terutama berkaitan dengan retur atau pengembalian barang).

2. Berikan Nilai Jual yang Unik

Jual dengan harga termurah, niscaya banyak pelanggan membeli. Kalimat itu terlanjur mendarahdaging di ingatan banyak orang. Pelaku bisnis dan konsumen juga.

Mungkin itu sebabnya harga adalah hal utama yang dilihat. Calon konsumen selalu mencari harga terendah. Mau tak mau, pebisnis bersaing menawarkan harga yang ekonomis pula.

Namun, percayalah membanting harga tak selamanya membuat bisnis Anda sukses. Dalam jangka panjang, praktik bisnis yang demikian hanya akan menyulitkan Anda sendiri. Karena itu artinya, Anda dipaksa menjaring customer dalam jumlah semakin banyak.

Padahal kan telah jadi rahasia umum. Menjaring pembeli baru itu lebih sulit dan mahal dibandingkan mempertahankan yang lama. Kalau dipersentasikan, kemungkinan menjual ke kostumer baru hanya sekitar 5-20 persen. Jauh angkanya dengan persentase jual ke pelanggan lama, yaitu 60-70 persen.

Maka dari itu, Anda perlu cerdas menambahkan nilai jual ke produk. Lewat nilai jual ini pulalah Anda bisa memasang harga yang sedikit di atas rata-rata.

Dalam kasus bisnis dropship, memang agak sulit untuk membuat nilai jual atau unique selling point ke produk. Ya karena kembali lagi…apapun yang berhubungan dengan produk bukan urusan langsung Anda.

Sebagai gantinya, alihkan nilai unik ke hal-hal yang berhubungan dengan pelanggan. Misalnya saja, customer service yang cepat, jaminan waktu pengiriman yang cepat, ongkos kirim yang kompetitif, beri poin dan reward, berikan freebies dan tester produk, dan sebagainya.

3. Membuat Branding Bisnis

Branding yaitu perkara yang tak bisa dilepaskan dari bisnis. Karena branding lah, sebuah bisnis bisa dikenal oleh banyak orang. Karena branding juga, bisnis berhasil menarik pelanggan dan menjadikan dirinya berbeda dengan bisnis lain.

Alasan di atas pastinya masuk akal. Bahkan, sudah jadi hal yang biasa. Jadi, mari coba kita balik logikanya agar Anda mengerti betul pentingnya branding.

Sederhananya, toko online tidak punya branding hanya akan dilupakan. Toko semacam itu ━ kasarnya ━ tak spesial dan meniatkan diri hanya untuk dipakai sekali transaksi. Calon pelanggan jadinya tak punya alasan kuat untuk membeli di toko tersebut.

Itu pula kenapa kebanyakan bisnis dropship yang tak ber-branding, gila-gilaan menurunkan harga. Sebelum pada akhirnya gulung tikar karena usaha tak sebanding dengan cuan.

Jadi, sampai sini, Anda mengerti kan arti penting sebuah branding? Ya. Kami harap begitu.

Identitas bisnis Anda ada dalam branding. Karena identitas sendiri itu unik, Anda bisa saja meniatkan branding sebagai salah satu yang memiliki nilai jual atau unique selling point.

Untuk membuat konsep ini lebih mudah dipahami, Anda bisa memisalkan branding sebagai seorang teman. Bagaimana sifat, kepribadian, dan gayanya nampak di desain logo, tampilan website, dan materi promosi lainnya.

Kami tahu konsep memanusiakan bisnis sedikit sulit dipahami. Tapi intinya, branding harus bisa menjelaskan apa bisnis Anda dan apa yang bisa bisnis Anda lakukan. Nantinya, Anda bisa mengukur seberapa kuat branding usaha dalam tiga kategori:

Top of Mind ━ sebuah brand langsung dikenal ketika seseorang menanyakan brand di kategori produk tertentu. Misalnya, “sebutkan lima brand smartphone yang Anda tahu”. Maka daftar brand yang disebut berhasil menempati kasta brand awareness yang tertinggi.

Un-aided Awareness ━ konsumen mengenal brand setelah dipancing dengan sebutan brand kompetitornya. Dengan pertanyaan sama seperti sebelumnya dan ditambah sebutan brand A, konsumen bisa menyebutkan brand B, C, D, dan E.

Aided Awareness ━ waktu sebuah nama brand diinfokan oleh orang kepada konsumen. Dengan kata lain, konsumen tidak otomatis membayangkannya.

Most Downloaded Pictures of The Month

Sedot-X Dropship Tools

Sedot-X Dropship Tools

Apa itu Sedot-X

Apa itu Sedot-X
Tools Dropship Ampuh
Tools Dropship Ampuh
Tools Dropship Paling Bagus
Tools Dropship Paling Bagus

Apa itu Sedot-X

Apa itu Sedot-X

Tools Dropship Terbaik

Tools Dropship Terbaik
Tools Dropship Ampuh
Tools Dropship Ampuh
Sedot-X Dropship Tools
Sedot-X Dropship Tools
dropship  Cara Menjadi Dropshipper Viva

Agar mencapai level tertinggi brand awareness, ada banyak hal yang bisa dilakukan. Caranya pun tak hanya pada yang sosmed dan promo saja. Misalnya saja, memasarkan program coba gratis (freemium), memberlakukan promosi lewat referral, berpartner dengan influence dan lainnya.

Gallery of Cara Menjadi Dropshipper Viva

dropship  Cara Menjadi Dropshipper Viva

Trending Today

Tools Dropship Ampuh
Tools Dropship Ampuh
Tools Dropship Paling Bagus
Tools Dropship Paling Bagus

83 out of 100. Rated by 408 users.
1 star 2 stars 3 stars 4 stars 5 stars

Comments are closed.

Recent Posts

Categories

Monthly Archives

Static Pages

Popular Galleries

Apa itu Sedot-X

Apa itu Sedot-X

Tools Dropship Paling Bagus

Tools Dropship Paling Bagus

Tools Dropship Ampuh

Tools Dropship Ampuh

Fitur-fitur Sedot-X

Fitur-fitur Sedot-X

Tools Dropship Terbaik

Tools Dropship Terbaik
Sedot-X Dropship Tools
Sedot-X Dropship Tools

Tag Cloud

AboutTerms of ServicePrivacy NoticeCookie PolicyContactCopyright

Any content, trademark/s, or other material that might be found on this site that is not this site property remains the copyright of its respective owner/s.