Ayyoubmaulana Ide Bisnis Kreatif

Menjadi Dropshipper di Tokopedia

dropship  Menjadi Dropshipper di Tokopedia

Published at Sunday, February 23rd 2020, 06:36:29 AM. dropship. By admin.

Negeri ini diprediksi menjadi pasar ecommerce terbaik di Asia. Pada tahun 2021, pendapatan dari bisnis online akan mencapai nilai $14,47 miliar. Angka itu akan setara dengan 20 persen pendapatan negeri ini.

Tak heran, bisnis online menjadi ladang uang paling strategis untuk dicoba. Di antara sekian banyak skema berbisnis online, dropship merupakan salah satu yang cukup potensial. Skema bisnis dropship bisa dibilang minim rugi sekaligus juga minim modal.

Siapa saja bisa melakukan berbisnis dropship alias menjadi dropshipper. Asalkan familiar dengan ecommerce, peka dengan permintaan pasar, dan getol untuk mempromosikan bisnis.

Jadi, apakah Anda tertarik menjadi dropshipper?

Kalau iya, artikel ini cocok untuk Anda baca. Di sini kami akan mengulasi cara menjadi dropship tanpa modal. Tak lupa, ada juga bahasan serba-serbi strategi membangun bisnis dropship yang sukses, seperti:

Memilih produk dan partner bisnis yang tepat; Menambahkan nilai jual unik (unique selling points) pada bisnis; membuat branding bisnis; Build website yang apik; Melakukan otomatisasi proses pembelian dan notifikasi; Mempercepat penjualan dengan teknik marketing tepat.

Tanpa banyak basa-basi lagi, yuk mulai topik bahasannya.

Apakah itu Bisnis Dropship?

Bisnis dropship adalah model bisnis di mana seseorang menawarkan produk yang dibuat oleh pihak lain. Namun, untuk menjual produk itu, orang ini tak perlu stok dan mengirimkannya secara manual. Lewat bisnis dropship, produsen juga lah yang mengirimkan produknya ke konsumen.

Lalu, apa itu dropshipper? Dropshipper ialah orang menjalankan bisnis dropship. Kalau Anda nantinya menjalankan bisnis dropship, Anda akan disebut sebagai dropshipper.

Sebagai dropshipper, Anda tak perlu lagi memikirkan produksi dan pengiriman barang. Sebab, kesemuanya itu sudah menjadi tugas pihak produsen.

Tugas Anda kemudian yaitu mengembangkan bisnis itu sendiri. Bagaimana langkah konkretnya?

Sebentar. Jangan buru-buru dulu.

Sebelum memahami strategi bisnisnya, tentu Anda perlu pahami dulu gimana cara dropship dan cara menjadi dropshipper. Untuk itu, ada lebih baik Anda baca artikel satu ini: Cara Memulai Bisnis Dropship.

Selain cara-cara berbisnis, anda akan temukan gambaran besar soal bisnis dropship di artikel tersebut. Apa saja keuntungan dan tantangan menjalankan dropshipping? Jenis produk apa saja yang bisa di-dropship? Semuanya terangkum di sana.

Setelah selesai, boleh lah Anda menyelam lebih jauh untuk tahu strategi sukses berbisnis dropship. Toh, kan itu tujuan artikel ini. Sebentar lagi, kami akan sajikan pada Anda trik marketing yang spesifik untuk dropshipping.

Suksesnya dropshipping ada pada marketing dan customer service. Bilamana Anda tipikal orang yang kreatif sekaligus menyukai interaksi dengan orang lain, keduanya tentu tak jadi tantangan. Malah, kedua hal ini bisa terasa sangat menyenangkan.

Namun, ada baiknya juga untuk memadukan hal-hal kreatif ini dengan eksekusi yang lebih terarah. Data dan best practice yang baik bisa menjawab strategi bisnis dropship yang efektif, efisien, dan menghasilkan. Berikut beberapa tips yang bisa kami sampaikan kepada Anda.

Baca juga : Tools Dropship

1. Tentukan Produk dan Partner yang Cocok

Sori. Kedua hal ini tak bisa ditawar. Keduanya ialah kunci berhasilnya bisnis dropship.

Pilihan produk yang cocok mengantarkan Anda pada konsumen yang banyak. Partner dropship / supplier barang yang tepat juga akan melancarkan bisnis Anda.

Namun, akui saja, sangat sulit untuk menentukan produk dan supplier yang tepat. Sebab, tak ada patokan pasti mana yang pas untuk bisnis. Jadi, seringkali kesemuanya tergantung pada insting dan chemistry dengan partner bisnis.

Walaupun begitu, kami akan coba kasih sedikit panduan untuk membantu Anda memilih produk untuk dropship. Berikut poin-poin yang kami maksud:

Memilih barang-barang yang punya niche yang sama. Terlalu banyak barang dengan niche campur aduk hanya akan membuat Anda tidak fokus. Reputasi toko juga tidak akan sebaik yang khusus menjual produk tertentu. Pilih produk yang ringan dan tahan lama (durable). Tipikal produk macam ini bisa mengurangi risiko rusak selama proses pengiriman barang. Jangan memilih produk yang berat, bervolume besar, gampang rusak, dan pecah belah. Produk yang seperti ini sulit dikirimkan, ongkos kirimnya mahal, dan risiko rusak juga besar. Dahulukan untuk jual barang yang punya permintaan tinggi dalam jangka waktu lama. Jual produk-produk yang sedang tren di pasaran. Jadikan produk itu sebagai penarik pelanggan baru. Akan tetapi, jangan hanya menggantungkan produk-produk yang sedang tren supaya menghindari dari risiko kerugian. Hindari menjual produk yang sudah dimiliki oleh kompetitor besar dan punya basis pelanggan setia.

Selain soal produk, jangan lupakan juga kaitan Anda dengan supplier produk. Sebisa mungkin, buatlah hubungan dekat dan personal dengan partner bisnis Anda.

Anggap supplier ialah pihak yang sama pentingnya dengan konsumen. Tanpa adanya supplier, tentu saja bisnis Anda takkan berjalan. Tak ada barang yang sampai ke konsumen bila supplier-nya saja tak ada.

Jangan pikir tips ini bohongan saja lho ya. Berhubungan baik dengan supplier ini adalah strategi yang dipakai oleh Zappos. Diceritakan dalam buku Delivering Happiness yang wajib dibaca Hoster Rangers, strategi ini pula yang mengantarkan Zappos menjadi ecommerce sepatu pertama yang memiliki koleksi komplit dengan harga murah.

Ditambah dengan customer service yang memang jempolan, Zappos akhirnya bergabung dengan Amazon. Jadi, kesuksesan bisnis juga sangat ditentukan oleh partner Anda. Ingatlah tips di atas selama Anda menjalankan bisnis. Paling penting di masa awal-awal.

Tidak hanya relasi dengan partner, Anda juga perlu coba planning skema kerja sama yang tepat. Tak selamanya keuntungan diambil dari selisih harga supplier dan harga jual dropshipper. Kalau begitu, Anda akan mati-matian bersaing di pasaran. Sebab, akan selalu ada penjual yang menjual barangnya dengan harga lebih rendah.

Strategi macam itu tak sehat. Pun, takkan membuat Anda mendapatkan banyak value.

Jadi, coba pertimbangkan sistem komisi untuk supplier Anda. Sistem ini jauh lebih baik diterapkan. Pun, supplier jadi ikut andil dalam berjalannya bisnis. Anda bisa menekan supplier agar terus memperbaiki kualitas produk dan pelayanan. Apalagi dalam hal informasi stok barang dan respons cepat (terutama berkaitan dengan garansi atau pengembalian barang).

2. Berikan Nilai Jual yang Unik

Jual dengan harga paling murah, niscaya banyak pelanggan berdatangan. Kalimat itu terlanjur mendarahdaging di ingatan banyak orang. Pebisnis dan konsumen juga.

Barangkali itu sebabnya harga adalah hal utama yang dilihat. Calon konsumen selalu berusaha mendapatkan harga terendah. Mau tak mau, pebisnis bersaing memasarkan harga yang ekonomis pula.

Namun, percayalah membanting harga tak seterusnya membuat bisnis Anda sukses. Dalam jangka panjang, praktik bisnis yang seperti ini hanya akan mempersulit Anda sendiri. Karena itu artinya, Anda dipaksa menjaring pembeli dalam jumlah semakin banyak.

Padahal kan telah jadi rahasia umum. Menjaring pembeli baru itu lebih sulit dan mahal dibandingkan mempertahankan yang lama. Kalau dipersentasikan, kemungkinan menjual ke kostumer baru hanya berkisar 5-20 persen. Jauh angkanya dengan persentase jual ke pelanggan yang sudah pernah membeli, yaitu 60-70 persen.

Maka dari itu, Anda perlu pintar menambahkan nilai jual ke produk. Lewat nilai jual ini pulalah Anda bisa memasang harga yang sedikit di atas rata-rata.

Dalam kasus bisnis dropship, memang agak sulit untuk menambahkan nilai jual atau unique selling point ke produk. Ya karena kembali lagi…apapun yang berhubungan dengan produk bukan urusan langsung Anda.

Sebagai gantinya, alihkan nilai unik ke hal-hal yang berhubungan dengan pelanggan. Misalnya saja, customer service yang cepat, jaminan waktu pengiriman yang cepat, ongkos kirim yang kompetitif, beri poin dan reward, selipkan freebies dan tester produk, dan sebagainya.

3. Membuat Branding Bisnis

Branding adalah perkara yang tak bisa dilepaskan dari bisnis. Karena branding lah, sebuah bisnis bisa dikenal oleh banyak orang. Karena branding juga, bisnis sukses menarik pelanggan dan menjadikan dirinya tidak sama dengan bisnis lain.

Alasan di atas tentunya masuk akal. Bahkan, sudah jadi common sense. Jadi, mari coba kita balik logikanya agar Anda paham betul pentingnya branding.

Sederhananya, toko online tanpa branding hanya mengalamatkan diri untuk dilupakan. Toko semacam itu ━ kasarnya ━ tak spesial dan meniatkan diri hanya untuk dipakai sekali transaksi. Calon pelanggan jadinya tak punya alasan kuat untuk membeli di toko tersebut.

Itu pula kenapa kebanyakan bisnis dropship yang tak ber-branding, gila-gilaan mengobral harga. Sebelum pada akhirnya gulung tikar karena usaha tak sebanding dengan cuan.

Jadi, sampai sini, Anda mengerti kan arti penting sebuah branding? Ya. Kami harap seperti itu.

Identitas bisnis Anda ada dalam branding. Karena identitas sendiri itu unik, Anda bisa saja meniatkan branding sebagai salah satu yang memiliki nilai jual atau unique selling point.

Untuk membuat konsep ini lebih mudah dipahami, Anda bisa memisalkan branding sebagai seorang teman. Bagaimana sifat, kepribadian, dan gayanya nampak di desain logo, tampilan website, dan materi promosi lainnya.

Kami tahu konsep memanusiakan bisnis seperti sulit dipahami. Tapi intinya, branding harus bisa menjelaskan apa bisnis Anda dan apa yang bisa bisnis Anda lakukan. Nantinya, Anda bisa kalkulasi seberapa kuat branding usaha dalam tiga kategori:

Top of Mind ━ sebuah brand langsung dikenal ketika seseorang menanyakan brand di kategori produk tertentu. Misalnya, “sebutkan lima brand handphone yang Anda tahu”. Maka daftar brand yang disebut berhasil menempati kasta brand awareness yang tertinggi.

Un-aided Awareness ━ customer mengenal brand setelah dipancing dengan sebutan brand kompetitornya. Dengan pertanyaan sama seperti sebelumnya dan ditambah menyebutkan brand A, konsumen bisa menyebutkan brand B, C, D, dan E.

Aided Awareness ━ saat sebuah nama brand diperkenalkan oleh orang kepada konsumen. Dengan kata lain, konsumen tidak otomatis memikirkannya.

Most Downloaded Pictures of The Month

Tools Dropship Ampuh

Tools Dropship Ampuh

Apa itu Sedot-X

Apa itu Sedot-X
Tools Dropship Paling Bagus
Tools Dropship Paling Bagus
Fitur-fitur Sedot-X
Fitur-fitur Sedot-X

Sedot-X Dropship Tools

Sedot-X Dropship Tools

Apa itu Sedot-X

Apa itu Sedot-X
Fitur-fitur Sedot-X
Fitur-fitur Sedot-X
Tools Dropship Terbaik
Tools Dropship Terbaik
dropship  Menjadi Dropshipper di Tokopedia

Agar mencapai level tertinggi brand awareness, ada banyak hal yang bisa dipahami. Caranya pun tak terbatas pada yang sosmed dan promo saja. Misalnya saja, menjual program coba gratis (freemium), memberlakukan promosi lewat referral, berpartner dengan influence dan lainnya.

Gallery of Menjadi Dropshipper Di Tokopedia

dropship  Menjadi Dropshipper di Tokopedia

Trending Today

Tools Dropship Ampuh
Tools Dropship Ampuh
Apa itu Sedot-X
Apa itu Sedot-X

63 out of 100. Rated by 216 users.
1 star 2 stars 3 stars 4 stars 5 stars

Comments are closed.

Recent Posts

Categories

Monthly Archives

Static Pages

Popular Galleries

Apa itu Sedot-X

Apa itu Sedot-X

Sedot-X Dropship Tools

Sedot-X Dropship Tools

Fitur-fitur Sedot-X

Fitur-fitur Sedot-X

Tools Dropship Terbaik

Tools Dropship Terbaik

Tools Dropship Paling Bagus

Tools Dropship Paling Bagus
Tools Dropship Ampuh
Tools Dropship Ampuh

Tag Cloud

AboutTerms of ServicePrivacy NoticeCookie PolicyContactCopyright

Any content, trademark/s, or other material that might be found on this site that is not this site property remains the copyright of its respective owner/s.