Ayyoubmaulana Ide Bisnis Kreatif

Tips Menjadi Dropshipper yang Sukses

dropship  Tips Menjadi Dropshipper yang Sukses

Published at Tuesday, June 16th 2020, 07:19:00 AM. dropship. By admin.

Tanah air ini diprediksi menjadi pasar ecommerce terbesar di Asia. Pada tahun 2021, pendapatan dari bisnis online akan sampai $14,47 miliar. Angka itu akan senilai dengan 20 persen pendapatan negeri ini.

Tak heran, bisnis online menjadi ladang uang paling strategis untuk dijajaki. Di antara sekian banyak skema berbisnis online, dropship ialah salah satu yang cukup berprospek bagus. Skema bisnis dropship bisa dibilang minim kerugian sekaligus juga minim modal.

Siapa saja bisa memulai berbisnis dropship alias menjadi dropshipper. Asalkan tidak asing dengan ecommerce, peka dengan permintaan pasar, dan getol untuk mempromosikan bisnis.

Jadi, apakah Anda berminat menjadi dropshipper?

Kalau iya, artikel ini harus Anda baca. Di sini kami akan mengulasi cara menjadi dropship tanpa modal. Tak lupa, ada juga bahasan serba-serbi strategi membangun bisnis dropship yang sukses, seperti:

Memilih produk dan partner bisnis yang tepat; memberikan nilai jual unik (unique selling points) pada bisnis; membuat branding bisnis; Membuat website yang apik; Melakukan otomatisasi proses pembelian dan notifikasi; Mempercepat penjualan dengan teknik marketing tepat.

Tanpa banyak basa-basi lagi, mari mulai topik bahasannya.

Apa itu Bisnis Dropship?

Bisnis dropship adalah model bisnis di mana seseorang memperkenalkan produk yang dibuat oleh pihak lain. Namun, untuk menjual produk ini, orang ini tak perlu stok dan mengirimkannya secara manual. Lewat bisnis dropship, produsen juga lah yang transfer produknya ke konsumen.

Lalu, apa itu dropshipper? Dropshipper adalah orang menjalankan bisnis dropship. Kalau Anda nantinya menjalankan bisnis dropship, Anda akan disebut sebagai dropshipper.

Sebagai dropshipper, Anda tak perlu lagi planning produksi dan pengiriman barang. Sebab, kesemuanya itu sudah menjadi tugas si produsen.

Tugas Anda kemudian adalah mengembangkan bisnis itu sendiri. Bagaimana langkah konkretnya?

Sebentar. Jangan buru-buru dulu.

Sebelum mengerti strategi bisnisnya, tentu Anda perlu pahami dulu bagaimana cara dropship dan cara menjadi dropshipper. Untuk itu, ada lebih baik Anda baca artikel satu ini: Cara Memulai Bisnis Dropship.

Selain cara-cara berbisnis, kamu akan mendapatkan gambaran besar soal bisnis dropship di artikel itu. Apa saja keuntungan dan tantangan menjalankan dropshipping? Jenis produk apa saja yang bisa di-dropship? Semuanya terangkum di sana.

Setelah hafal, diperkenankan lah Anda menyelam lebih jauh untuk tahu strategi sukses berbisnis dropship. Toh, emang itu tujuan artikel ini. Sebentar lagi, kami akan sodorkan pada Anda strategi marketing yang spesifik untuk dropshipping.

Kunci sukses dropshipping ada pada marketing dan customer service. Bilamana Anda adalah orang yang kreatif sekaligus menyukai interaksi dengan orang lain, keduanya tentu tak jadi batu sandungan. Malah, kedua hal ini bisa terdengar sangat menyenangkan.

Namun, ada baiknya juga untuk memadukan hal-hal kreatif ini dengan sesuatu yang lebih terarah. Data dan best practice yang tepat bisa menjawab strategi bisnis dropship yang efektif, efisien, dan sukses. Berikut segelintie tips yang bisa kami share kepada Anda.

Baca juga : Tools Dropship Ampuh

1. Pilih Produk dan Partner yang Cocok

Maaf. Kedua hal ini tak bisa ditawar. Keduanya ialah kunci berhasilnya bisnis dropship.

Memilih produk yang cocok mengantarkan Anda pada konsumen yang banyak. Partner dropship / supplier barang yang tepat juga akan melancarkan bisnis Anda.

Akan tetapi, akui saja, sangat susah untuk memilih produk dan supplier yang cocok. Sebab, tak ada patokan pasti mana yang pas untuk bisnis. Jadi, seringkali kesemuanya tergantung pada insting dan chemistry dengan partner bisnis.

Walaupun begitu, kami akan coba memberi sedikit panduan untuk membantu Anda memilih produk untuk dropship. Berikut poin-poin yang kami maksud:

Menentukan barang-barang yang punya niche yang sama. Terlalu banyak barang dengan niche campur aduk hanya akan membuat Anda tidak fokus. Reputasi toko juga takkan sebaik yang khusus menjual produk tertentu. Pilih produk yang enteng dan tahan lama (durable). Tipikal produk macam ini bisa mengurangi risiko rusak selama proses pengiriman barang. Jangan memilih produk yang berat, bervolume besar, gampang rusak, dan pecah belah. Produk yang sejenis ini sulit dikirimkan, ongkos kirimnya mahal, dan risiko rusak juga besar. Dahulukan untuk jual barang yang punya permintaan tinggi dalam jangka waktu lama. Jual produk-produk yang sedang tren di pasaran. Jadikan produk tersebut sebagai penarik pelanggan baru. Akan tetapi, jangan hanya menggantungkan produk-produk yang sedang tren supaya terhindar dari risiko kerugian. Hindari menjual produk yang sudah dipilih oleh kompetitor besar dan punya basis pelanggan setia.

Selain soal produk, jangan lupakan juga hubungan Anda dengan supplier produk. Sebisa mungkin, buatlah hubungan dekat dan personal dengan partner bisnis Anda.

Anggap supplier ialah pihak yang sama pentingnya dengan konsumen. Tanpa adanya supplier, tentu saja bisnis Anda takkan sukses. Tak ada barang yang sampai ke konsumen bila supplier-nya saja tak ada.

Jangan pikir tips ini bualan saja lho ya. Berhubungan baik dengan supplier ini adalah strategi yang dipakai oleh Zappos. Diceritakan dalam buku Delivering Happiness yang wajib dibaca Hoster Rangers, strategi ini pula yang mengantarkan Zappos menjadi ecommerce sepatu pertama yang memiliki koleksi terlengkap dengan harga murah.

Ditambah dengan customer service yang memang jempolan, Zappos akhirnya bergabung dengan Amazon. Jadi, kesuksesan bisnis juga sangat ditentukan oleh partner Anda. Ingatlah tips di atas selama Anda menjalankan bisnis. Paling penting di masa awal-awal.

Selain relasi dengan partner, Anda juga perlu coba pikirkan skema kerja sama yang tepat. Tak selamanya laba diambil dari selisih harga supplier dan harga jual dropshipper. Kalau begitu, Anda akan mati-matian bersaing di pasaran. Sebab, akan selalu ada penjual yang menjual barangnya dengan harga lebih murah.

Strategi macam itu tak sehat. Pun, takkan membuat Anda mendapatkan banyak value.

Jadi, coba pertimbangkan sistem komisi untuk supplier Anda. Sistem ini jauh lebih baik diterapkan. Pun, supplier jadi ikut andil dalam kesuksesan bisnis. Anda bisa menekan supplier agar terus memperbaiki kualitas produk dan pelayanan. Apalagi dalam hal informasi stok barang dan respons cepat (terutama berkaitan dengan garansi atau pengembalian barang).

2. Berikan Nilai Jual yang Unik

Jual dengan harga termurah, niscaya banyak pelanggan berdatangan. Kalimat itu terlanjur mendarahdaging di ingatan banyak orang. Pelaku bisnis dan konsumen juga.

Mungkin itu sebabnya harga adalah hal pertama yang dilihat. Calon konsumen selalu berusaha mendapatkan harga terendah. Mau tak mau, pebisnis bersaing memasarkan harga yang ekonomis pula.

Namun, percayalah membanting harga tak selamanya membuat bisnis Anda sukses. Dalam jangka panjang, praktik bisnis yang seperti ini hanya akan mempersulit Anda sendiri. Karena itu artinya, Anda dipaksa menjaring customer dalam jumlah semakin banyak.

Padahal kan sudah jadi rahasia umum. Menjaring pembeli baru itu lebih sulit dan mahal dibandingkan mempertahankan yang lama. Kalau dipersentasikan, kemungkinan menjual ke kostumer baru hanya sekitar 5-20 persen. Jauh angkanya dengan persentase jual ke pelanggan lama, yaitu 60-70 persen.

Maka dari itu, Anda perlu pintar menambahkan nilai jual ke produk. Lewat nilai jual ini pulalah Anda bisa membenarkan harga yang sedikit di atas rata-rata.

Dalam kasus bisnis dropship, memang agak sulit untuk menambahkan nilai jual atau unique selling point ke produk. Ya karena kembali lagi…apapun yang berhubungan dengan produk bukan urusan langsung Anda.

Sebagai gantinya, alihkan nilai unik ke hal-hal yang berhubungan dengan pelanggan. Misalnya saja, customer service yang taktis, jaminan waktu pengiriman yang cepat, ongkos kirim yang kompetitif, beri poin dan reward, berikan freebies dan tester produk, dan sebagainya.

3. Perhatikan Branding Bisnis

Branding adalah perkara yang tak bisa dilepaskan dari bisnis. Karena branding lah, sebuah bisnis bisa diingat oleh banyak orang. Karena branding juga, bisnis sukses menarik pelanggan dan menjadikan dirinya tidak sama dengan bisnis lain.

Alasan di atas pastinya masuk akal. Bahkan, sudah jadi common sense. Jadi, mari coba kita balik logikanya agar Anda mengerti betul pentingnya branding.

Sederhananya, toko online tanpa branding hanya akan dilupakan. Toko semacam itu ━ kasarnya ━ tak bagus dan meniatkan diri hanya untuk dipakai sekali transaksi. Calon pelanggan jadinya tak punya alasan kuat untuk membeli di toko tersebut.

Itu pula kenapa kebanyakan bisnis dropship yang tak ber-branding, gila-gilaan menurunkan harga. Sebelum pada akhirnya gulung tikar karena usaha tak sebanding dengan cuan.

Jadi, sampai sini, Anda mengerti kan arti penting sebuah branding? Ya. Kami harap seperti itu.

Identitas bisnis Anda ada pada branding. Karena keunikan sendiri itu unik, Anda bisa saja meniatkan branding sebagai salah satu yang memiliki nilai jual atau unique selling point.

Untuk membuat konsep ini lebih mudah dipahami, Anda bisa memisalkan branding sebagai seorang teman. Bagaimana sifat, kepribadian, dan gayanya nampak di desain logo, tampilan website, dan materi promosi lainnya.

Kami tahu konsep memanusiakan bisnis seperti sulit dipahami. Tapi intinya, branding harus bisa menjelaskan apa bisnis Anda dan apa yang bisa bisnis Anda lakukan. Nantinya, Anda bisa kalkulasi seberapa kuat branding usaha dalam tiga kategori:

Top of Mind ━ sebuah brand langsung dikenal ketika seseorang menanyakan brand di kategori produk tertentu. Misalnya, “sebutkan lima brand handphone yang Anda tahu”. Maka daftar brand yang disebut berhasil menempati kasta brand awareness yang tertinggi.

Un-aided Awareness ━ pembeli mengenal brand setelah dipancing dengan sebutan brand kompetitornya. Dengan pertanyaan sama seperti sebelumnya dan ditambah menyebutkan brand A, konsumen bisa menyebutkan brand B, C, D, dan E.

Aided Awareness ━ ketika sebuah nama brand diperkenalkan oleh orang kepada konsumen. Dengan kata lain, konsumen tidak otomatis membayangkannya.

Most Downloaded Pictures of The Month

Apa itu Sedot-X

Apa itu Sedot-X

Fitur-fitur Sedot-X

Fitur-fitur Sedot-X
Tools Dropship Terbaik
Tools Dropship Terbaik
Tools Dropship Paling Bagus
Tools Dropship Paling Bagus

Fitur-fitur Sedot-X

Fitur-fitur Sedot-X

Tools Dropship Paling Bagus

Tools Dropship Paling Bagus
Apa itu Sedot-X
Apa itu Sedot-X
Tools Dropship Terbaik
Tools Dropship Terbaik
dropship  Tips Menjadi Dropshipper yang Sukses

Agar mencapai tingkatan tertinggi brand awareness, ada banyak hal yang bisa dipahami. Caranya pun tak hanya pada yang sosmed dan promo saja. Misalnya saja, memasarkan program coba gratis (freemium), memberlakukan promosi lewat referral, berpartner dengan influence dan lainnya.

Gallery of Tips Menjadi Dropshipper Yang Sukses

dropship  Tips Menjadi Dropshipper yang Sukses

Trending Today

Apa itu Sedot-X
Apa itu Sedot-X
Sedot-X Dropship Tools
Sedot-X Dropship Tools

63 out of 100. Rated by 253 users.
1 star 2 stars 3 stars 4 stars 5 stars

Comments are closed.

Recent Posts

Categories

Monthly Archives

Static Pages

Popular Galleries

Tools Dropship Ampuh

Tools Dropship Ampuh

Apa itu Sedot-X

Apa itu Sedot-X

Tools Dropship Paling Bagus

Tools Dropship Paling Bagus

Sedot-X Dropship Tools

Sedot-X Dropship Tools

Tools Dropship Terbaik

Tools Dropship Terbaik
Fitur-fitur Sedot-X
Fitur-fitur Sedot-X

Tag Cloud

AboutTerms of ServicePrivacy NoticeCookie PolicyContactCopyright

Any content, trademark/s, or other material that might be found on this site that is not this site property remains the copyright of its respective owner/s.