Ayyoubmaulana Ide Bisnis Kreatif

Usaha Menjadi Dropshipper

dropship  Usaha Menjadi Dropshipper

Published at Tuesday, June 23rd 2020, 06:34:44 AM. dropship. By admin.

Negeri ini diprediksi menjadi pasar ecommerce terbesar di Asia. Pada tahun 2021, pendapatan dari bisnis online akan sampai $14,47 miliar. Angka itu akan sama dengan 20 persen pendapatan negara.

Tak heran, bisnis online menjadi ladang uang paling strategis untuk dicoba. Di antara sekian banyak skema berbisnis online, dropship merupakan salah satu yang cukup potensial. Skema bisnis dropship bisa dibilang minim rugi sekaligus juga minim modal.

Siapa saja bisa melakukan berbisnis dropship alias menjadi dropshipper. Asalkan tidak asing dengan ecommerce, peka dengan permintaan pasar, dan getol untuk memasarkan bisnis.

Jadi, apakah Anda berminat menjadi dropshipper?

Kalau iya, artikel ini cocok untuk Anda baca. Di sini kami akan membahas cara menjadi dropship tanpa modal. Tak lupa, ada juga bahasan serba-serbi strategi memulai bisnis dropship yang sukses, seperti:

Memilih produk dan partner bisnis yang tepat; Menambahkan nilai jual unik (unique selling points) pada bisnis; membuat branding bisnis; Build website yang apik; Melakukan otomatisasi proses pembelian dan notifikasi; Mempercepat produk terjual dengan teknik marketing tepat.

Tanpa banyak basa-basi lagi, yuk mulai topik bahasannya.

Apakah itu Bisnis Dropship?

Bisnis dropship yaitu model bisnis di mana seseorang menawarkan produk yang dibuat oleh pihak lain. Namun, untuk menjual produk tersebut, orang ini tak perlu stok dan mengirimkannya secara manual. Lewat bisnis dropship, produsen juga lah yang transfer produknya ke konsumen.

Lalu, apa itu dropshipper? Dropshipper yaitu orang menjalankan bisnis dropship. Kalau Anda nantinya menjalankan bisnis dropship, Anda akan dipanggil sebagai dropshipper.

Sebagai dropshipper, Anda tak perlu lagi planning produksi dan pengiriman barang. Sebab, kesemuanya itu sudah menjadi tugas pihak produsen.

Tugas Anda selanjutnya adalah mengembangkan bisnis itu sendiri. Bagaimana langkah konkretnya?

Sebentar. Jangan buru-buru dulu.

Sebelum tahu strategi bisnisnya, tentu Anda perlu pahami dulu gimana cara dropship dan cara menjadi dropshipper. Untuk itu, ada baiknya Anda baca artikel satu ini: Cara Memulai Bisnis Dropship.

Selain cara-cara berbisnis, anda akan menemukan gambaran besar soal bisnis dropship di artikel itu. Apa saja keuntungan dan tantangan selama dropshipping? Jenis produk apa saja yang bisa di-dropship? Semuanya terangkum di sana.

Setelah khatam, diperkenankan lah Anda menyelam lebih dalam untuk tahu strategi sukses berbisnis dropship. Toh, memang itu tujuan artikel ini. Sebentar lagi, kami akan sajikan pada Anda strategi marketing yang spesifik untuk dropshipping.

Suksesnya dropshipping ada pada marketing dan customer service. Kalau Anda adalah orang yang kreatif sekaligus menyukai interaksi dengan orang lain, keduanya tentu tak jadi batu sandungan. Malah, kedua hal ini bisa terasa sangat bisa dinikmati.

Namun, ada baiknya juga untuk mencampurkan hal-hal kreatif ini dengan eksekusi yang lebih terarah. Data dan best practice yang tepat bisa menjawab strategi bisnis dropship yang efektif, efisien, dan sukses. Berikut segelintie tips yang bisa kami sampaikan kepada Anda.

Baca juga : Tools Dropship Ampuh

1. Tentukan Produk dan Partner yang Cocok

Sori. Kedua hal ini tak bisa ditawar. Keduanya merupakan kunci berhasilnya bisnis dropship.

Memilih produk yang cocok mengantarkan Anda pada konsumen yang tepat. Partner dropship / supplier barang yang tepat juga akan support kelancaran bisnis Anda.

Akan tetapi, akui saja, sangat susah untuk menentukan produk dan supplier yang tepat. Sebab, tak ada ukuran pasti mana yang pas untuk bisnis. Jadi, seringkali kesemuanya tergantung pada insting dan chemistry dengan partner bisnis.

Walaupun seperti itu, kami akan coba kasih sedikit panduan untuk membantu Anda menentukan produk untuk dropship. Berikut poin-poin yang kami maksud:

Menentukan barang-barang yang punya niche yang sama. Terlalu banyak barang dengan niche beragam hanya akan membuat Anda tidak fokus. Reputasi toko juga takkan sebaik yang khusus menjual produk khusus. Pilih produk yang enteng dan tahan lama (durable). Tipikal produk macam ini bisa mengurangi risiko rusak selama proses pengiriman barang. Hindari produk yang berat, bervolume besar, gampang rusak, dan pecah belah. Produk yang seperti ini sulit dikirimkan, ongkos kirimnya mahal, dan risiko rusak juga besar. Dahulukan untuk jual barang yang punya permintaan tinggi dalam jangka waktu lama. Jual produk-produk yang sedang tren di pasaran. Jadikan produk tersebut sebagai penarik pelanggan baru. Akan tetapi, jangan hanya menggantungkan produk-produk yang sedang tren supaya terhindar dari risiko kerugian. Hindari menjual produk yang sudah dipunyai oleh kompetitor besar dan punya basis pelanggan setia.

Selain soal produk, jangan lupakan juga komunikasi Anda dengan supplier produk. Sebisa mungkin, buatlah hubungan dekat dan personal dengan partner bisnis Anda.

Anggap supplier yaitu pihak yang sama pentingnya dengan konsumen. Tanpa adanya supplier, tentu saja bisnis Anda takkan sukses. Tak ada barang yang sampai ke konsumen bila supplier-nya saja tak ada.

Jangan pikir tips ini bohongan saja lho ya. Berhubungan baik dengan supplier ini adalah strategi yang dipakai oleh Zappos. Diceritakan dalam buku Delivering Happiness yang wajib dibaca Hoster Rangers, strategi ini pula yang mengantarkan Zappos menjadi ecommerce sepatu pertama yang memiliki koleksi komplit dengan harga kompetitif.

Ditambah dengan customer service yang memang tidak diragukan, Zappos akhirnya bergabung dengan Amazon. Jadi, kesuksesan bisnis juga sangat ditentukan oleh partner Anda. Ingatlah tips di atas selama Anda menjalankan bisnis. Paling penting di masa awal-awal.

Selain relasi dengan partner, Anda juga perlu coba memikirkan skema kerja sama yang tepat. Tak selamanya keuntungan diambil dari selisih harga supplier dan harga jual dropshipper. Kalau begitu, Anda akan mati-matian bersaing di pasaran. Sebab, akan selalu ada penjual yang menjual barangnya dengan harga lebih murah.

Strategi seperti itu tak sehat. Pun, takkan membuat Anda mendapatkan banyak laba.

Jadi, coba pikirkan sistem komisi untuk supplier Anda. Sistem ini jauh lebih baik diterapkan. Pun, supplier jadi ikut andil dalam kesuksesan bisnis. Anda bisa menekan supplier agar terus memperbaiki kualitas produk dan pelayanan. Apalagi dalam hal informasi stok barang dan respons cepat (terutama berkaitan dengan garansi atau pengembalian barang).

2. Tambahkan Nilai Jual yang Berbeda

Jual dengan harga termurah, niscaya banyak pelanggan membeli. Kalimat itu terlanjur menempel di ingatan banyak orang. Pelaku bisnis dan konsumen juga.

Mungkin itu sebabnya harga adalah hal pertama yang dilihat. Calon konsumen selalu berusaha mendapatkan harga terendah. Mau tak mau, pebisnis bersaing memasarkan harga yang ekonomis pula.

Namun, percayalah membanting harga tak seterusnya membuat bisnis Anda sukses. Dalam jangka panjang, praktik bisnis yang demikian hanya akan menyulitkan Anda sendiri. Karena itu artinya, Anda dipaksa menjaring pelanggan dalam jumlah semakin banyak.

Padahal kan sudah jadi rahasia umum. Menjaring pembeli baru itu lebih sulit dan mahal dibandingkan mempertahankan yang lama. Kalau dipersentasikan, kemungkinan menjual ke kostumer baru hanya berkisar 5-20 persen. Jauh nilainya dengan persentase jual ke pelanggan lama, yaitu 60-70 persen.

Maka dari itu, Anda perlu pintar menambahkan nilai jual ke produk. Lewat nilai jual ini pulalah Anda bisa membenarkan harga yang sedikit di atas rata-rata.

Dalam kasus bisnis dropship, memang agak sulit untuk membuat nilai jual atau unique selling point ke produk. Ya karena kembali lagi…apapun yang berhubungan dengan produk bukan urusan langsung Anda.

Sebagai gantinya, alihkan nilai jual ke hal-hal yang berhubungan dengan pelanggan. Misalnya saja, customer service yang cepat, jaminan waktu pengiriman yang cepat, ongkos kirim yang kompetitif, beri poin dan reward, selipkan freebies dan tester produk, dan sebagainya.

3. Membuat Branding Bisnis

Branding ialah perkara yang tak bisa dilepaskan dari bisnis. Karena branding lah, sebuah bisnis bisa diingat oleh banyak orang. Karena branding juga, bisnis sukses menarik pelanggan dan menjadikan dirinya tidak sama dengan bisnis lain.

Alasan di atas pastinya masuk akal. Bahkan, sudah jadi common sense. Jadi, mari coba kita balik logikanya agar Anda paham betul pentingnya branding.

Sederhananya, toko online tanpa branding hanya akan dilupakan. Toko semacam itu ━ kasarnya ━ tak bagus dan meniatkan diri hanya untuk dipakai sekali transaksi. Calon pelanggan jadinya tak memiliki alasan kuat untuk membeli di toko tersebut.

Itu pula kenapa kebanyakan bisnis dropship yang tak ber-branding, gila-gilaan menurunkan harga. Sebelum pada akhirnya gulung tikar karena usaha tak sebanding dengan cuan.

Jadi, sampai sini, Anda paham kan arti penting sebuah branding? Ya. Kami harap seperti itu.

Identitas bisnis Anda ada pada branding. Karena identitas sendiri itu unik, Anda bisa saja meniatkan branding sebagai salah satu yang memiliki nilai jual atau unique selling point.

Untuk membuat konsep ini lebih mudah dipahami, Anda bisa memisalkan branding sebagai seorang teman. Bagaimana sifat, kepribadian, dan gayanya nampak di desain logo, tampilan website, dan materi promosi lainnya.

Kami tahu konsep memanusiakan bisnis sedikit sulit dipahami. Tapi intinya, branding harus bisa menjelaskan apa bisnis Anda dan apa yang bisa bisnis Anda lakukan. Nantinya, Anda bisa kalkulasi seberapa kuat branding usaha dalam tiga kategori:

Top of Mind ━ sebuah brand cepat dikenal ketika seseorang menanyakan brand di kategori produk tertentu. Misalnya, “sebutkan lima brand gadget yang Anda tahu”. Maka daftar brand yang disebut berhasil menduduki kasta brand awareness yang tertinggi.

Un-aided Awareness ━ konsumen mengenal brand setelah dipancing dengan menyebutkan brand kompetitornya. Dengan pertanyaan sama seperti sebelumnya dan ditambah menyebutkan brand A, konsumen bisa menyebutkan brand B, C, D, dan E.

Aided Awareness ━ saat sebuah nama brand diinfokan oleh orang kepada konsumen. Dengan kata lain, konsumen tidak otomatis memikirkannya.

Most Downloaded Pictures of The Month

Sedot-X Dropship Tools

Sedot-X Dropship Tools

Apa itu Sedot-X

Apa itu Sedot-X
Tools Dropship Paling Bagus
Tools Dropship Paling Bagus
Tools Dropship Terbaik
Tools Dropship Terbaik

Sedot-X Dropship Tools

Sedot-X Dropship Tools

Tools Dropship Ampuh

Tools Dropship Ampuh
Tools Dropship Paling Bagus
Tools Dropship Paling Bagus
Apa itu Sedot-X
Apa itu Sedot-X
dropship  Usaha Menjadi Dropshipper

Supaya mencapai tingkatan tertinggi brand awareness, ada banyak hal yang bisa dipahami. Caranya pun tak terbatas pada yang sosmed dan promo saja. Misalnya saja, menjual program coba gratis (freemium), memberlakukan promosi lewat referral, berpartner dengan influence dan lainnya.

Gallery of Usaha Menjadi Dropshipper

dropship  Usaha Menjadi Dropshipper

Trending Today

Apa itu Sedot-X
Apa itu Sedot-X
Tools Dropship Terbaik
Tools Dropship Terbaik

68 out of 100. Rated by 466 users.
1 star 2 stars 3 stars 4 stars 5 stars

Comments are closed.

Recent Posts

Categories

Monthly Archives

Static Pages

Popular Galleries

Apa itu Sedot-X

Apa itu Sedot-X

Tools Dropship Ampuh

Tools Dropship Ampuh

Tools Dropship Paling Bagus

Tools Dropship Paling Bagus

Fitur-fitur Sedot-X

Fitur-fitur Sedot-X

Sedot-X Dropship Tools

Sedot-X Dropship Tools
Tools Dropship Terbaik
Tools Dropship Terbaik

Tag Cloud

AboutTerms of ServicePrivacy NoticeCookie PolicyContactCopyright

Any content, trademark/s, or other material that might be found on this site that is not this site property remains the copyright of its respective owner/s.