Ayyoubmaulana Ide Bisnis Kreatif

Menjadi Dropshipper Pemula

dropship  Menjadi Dropshipper Pemula

Published at Tuesday, August 25th 2020, 23:35:16 PM. dropship. By admin.

Negara ini diprediksi menjadi pasar ecommerce terbesar di Asia. Pada tahun 2021, pendapatan dari bisnis online akan mencapai nilai $14,47 miliar. Angka itu akan senilai dengan 20 persen pendapatan negeri ini.

Tak heran, bisnis online adalah ladang uang paling strategis untuk dijajaki. Di antara sekian banyak skema berbisnis online, dropship ialah salah satu yang cukup berprospek bagus. Skema bisnis dropship bisa dibilang minim kerugian sekaligus juga minim modal.

Siapa saja bisa memulai berbisnis dropship alias menjadi dropshipper. Asalkan tidak asing dengan ecommerce, peka dengan demand pasar, dan getol untuk memasarkan bisnis.

Jadi, apakah Anda berminat menjadi dropshipper?

Kalau iya, artikel ini cocok untuk Anda baca. Di sini kami akan mengulasi cara menjadi dropship tanpa modal. Tak lupa, ada juga bahasan serba-serbi strategi membangun bisnis dropship yang sukses, seperti:

Memilih produk dan partner bisnis yang cocok; Menambahkan nilai jual unik (unique selling points) pada bisnis; membuat branding bisnis; Membuat website yang apik; Melakukan otomatisasi proses pembelian dan notifikasi; Mempercepat penjualan dengan teknik marketing tepat.

Tanpa banyak basa-basi lagi, yuk mulai topik bahasannya.

Apakah itu Bisnis Dropship?

Bisnis dropship yaitu model bisnis di mana seseorang menjual produk yang dibuat oleh pihak lain. Namun, untuk menjual produk tersebut, orang ini tak perlu menyetok dan mengirimkannya secara manual. Lewat bisnis dropship, produsen juga lah yang mengirimkan produknya ke konsumen.

Lalu, apa itu dropshipper? Dropshipper ialah orang menjalankan bisnis dropship. Kalau Anda nantinya menjalankan bisnis dropship, Anda akan dipanggil sebagai dropshipper.

Sebagai dropshipper, Anda tak perlu lagi memikirkan produksi dan pengiriman barang. Sebab, kesemuanya itu sudah jadi tugas pihak produsen.

Tugas Anda kemudian ialah mengembangkan bisnis itu sendiri. Bagaimana langkah konkretnya?

Sebentar. Jangan buru-buru dulu.

Sebelum tahu strategi bisnisnya, tentu Anda perlu pahami dulu sebelumnya cara dropship dan cara menjadi dropshipper. Untuk itu, ada sebaiknya Anda baca artikel satu ini: Cara Memulai Bisnis Dropship.

Selain cara-cara berbisnis, anda akan temukan gambaran besar soal bisnis dropship di artikel tersebut. Apa saja keuntungan dan tantangan menjalankan dropshipping? Jenis produk apa saja yang bisa di-dropship? Semuanya terangkum di sana.

Setelah hafal, diperkenankan lah Anda menyelam lebih jauh untuk tahu strategi sukses berbisnis dropship. Toh, kan itu tujuan artikel ini. Sebentar lagi, kami akan sajikan pada Anda tips marketing yang spesifik untuk dropshipping.

Menjadi sukses di dropshipping ada pada marketing dan customer service. Jika Anda merupakan orang yang kreatif sekaligus menyukai interaksi dengan orang lain, keduanya tentu tak jadi batu sandungan. Malah, kedua hal ini bisa terasa sangat bisa dinikmati.

Namun, ada baiknya juga untuk memadukan hal-hal kreatif ini dengan sesuatu yang lebih terarah. Data dan best practice yang tepat bisa menjawab strategi bisnis dropship yang efektif, efisien, dan sukses. Berikut beberapa tips yang bisa kami bagikan kepada Anda.

Baca juga : Tools Dropship

1. Tentukan Produk dan Partner yang Tepat

Maaf. Kedua hal ini tak bisa ditawar. Keduanya merupakan kunci sukses bisnis dropship.

Memilih produk yang cocok mengantarkan Anda pada konsumen yang tepat. Partner dropship / supplier barang yang tepat juga akan support kelancaran bisnis Anda.

Namun, akui saja, sangat susah untuk menentukan produk dan supplier yang tepat. Sebab, tak ada patokan pasti mana yang pas untuk bisnis. Jadi, seringkali kesemuanya tergantung pada insting dan chemistry dengan partner bisnis.

Walaupun seperti itu, kami akan coba memberi sedikit panduan untuk membantu Anda menentukan produk untuk dropship. Berikut poin-poin yang kami maksud:

Memilih barang-barang yang punya satu niche. Terlalu banyak barang dengan niche beragam hanya akan membuat Anda tidak fokus. Reputasi toko juga tidak akan sebaik yang khusus menjual produk khusus. Pilih produk yang ringan dan tahan lama (durable). Tipikal produk macam ini bisa meminimalisir risiko rusak selama proses pengiriman barang. Hindari produk yang berat, bervolume besar, gampang rusak, dan pecah belah. Produk yang seperti ini sulit dikirimkan, ongkos kirimnya mahal, dan risiko rusak juga besar. Prioritaskan untuk jual barang yang punya permintaan tinggi dalam jangka waktu lama. Jual produk-produk yang sedang tren di pasaran. Jadikan produk itu sebagai penarik pelanggan baru. Akan tetapi, jangan hanya menggantungkan produk-produk yang sedang tren supaya menghindari dari risiko kerugian. Hindari menjual produk yang sudah dipunyai oleh kompetitor besar dan punya basis pelanggan setia.

Selain soal produk, jangan lupakan juga hubungan Anda dengan supplier produk. Sebisa mungkin, buatlah hubungan dekat dan personal dengan partner bisnis Anda.

Anggap supplier yaitu pihak yang sama pentingnya dengan konsumen. Tanpa adanya supplier, tentu saja bisnis Anda takkan berjalan. Tak ada barang yang sampai ke konsumen bila supplier-nya saja tak ada.

Jangan pikir tips ini bohongan saja lho ya. Berhubungan baik dengan supplier ini adalah strategi yang dipakai oleh Zappos. Diceritakan dalam buku Delivering Happiness yang wajib dibaca Hoster Rangers, strategi ini pula yang mengantarkan Zappos menjadi ecommerce sepatu pertama yang memiliki koleksi terlengkap dengan harga murah.

Ditambah dengan customer service yang memang terbaik, Zappos akhirnya bergabung dengan Amazon. Jadi, kesuksesan bisnis juga sangat ditentukan oleh partner Anda. Ingatlah tips di atas selama Anda menjalankan bisnis. Terutama di masa awal-awal.

Selain relasi dengan partner, Anda juga perlu coba pikirkan skema kerja sama yang tepat. Tak selamanya laba diambil dari selisih harga supplier dan harga jual dropshipper. Kalau begitu, Anda akan mati-matian bersaing di pasaran. Sebab, akan selalu ada penjual yang menjual barangnya dengan harga lebih rendah.

Strategi macam itu tak sehat. Pun, takkan membuat Anda mendapatkan banyak value.

Jadi, coba pertimbangkan sistem komisi untuk supplier Anda. Sistem ini jauh lebih bagus diterapkan. Pun, supplier jadi ikut andil dalam berjalannya bisnis. Anda bisa menekan supplier agar terus meningkatkan kualitas produk dan pelayanan. Apalagi dalam hal informasi stok barang dan respons cepat (terutama berhubungan dengan garansi atau pengembalian barang).

2. Berikan Nilai Jual yang Berbeda

Jual dengan harga paling murah, niscaya banyak pelanggan membeli. Kalimat itu terlanjur mendarahdaging di ingatan banyak orang. Pebisnis dan konsumen juga.

Mungkin itu sebabnya harga adalah hal pertama yang dilihat. Calon konsumen selalu berusaha mendapatkan harga terendah. Mau tak mau, pebisnis bersaing menawarkan harga yang ekonomis pula.

Namun, percayalah membanting harga tak selamanya membuat bisnis Anda sukses. Dalam jangka panjang, praktik bisnis yang seperti ini hanya akan mempersulit Anda sendiri. Karena itu artinya, Anda dipaksa menjaring pembeli dalam jumlah semakin banyak.

Padahal kan telah jadi rahasia umum. Menjaring pelanggan baru itu lebih sulit dan mahal dibandingkan mempertahankan yang lama. Kalau dipersentasikan, kemungkinan menjual ke kostumer baru hanya berkisar 5-20 persen. Jauh angkanya dengan persentase jual ke pelanggan lama, yaitu 60-70 persen.

Maka dari itu, Anda perlu pintar menambahkan nilai jual ke produk. Lewat nilai jual ini pulalah Anda bisa memasang harga yang sedikit di atas rata-rata.

Dalam kasus bisnis dropship, memang agak sulit untuk menambahkan nilai jual atau unique selling point ke produk. Ya karena kembali lagi…apapun yang berkaitan dengan produk bukan urusan langsung Anda.

Sebagai gantinya, alihkan nilai jual ke hal-hal yang berhubungan dengan pelanggan. Misalnya saja, customer service yang cepat, jaminan waktu pengiriman yang cepat, ongkos kirim yang kompetitif, beri poin dan reward, selipkan freebies dan tester produk, dan sebagainya.

3. Membuat Branding Bisnis

Branding adalah perkara yang tak bisa dilepaskan dari bisnis. Karena branding lah, sebuah bisnis bisa diingat oleh banyak orang. Karena branding juga, bisnis sukses menarik pelanggan dan menjadikan dirinya tidak sama dengan bisnis lain.

Alasan di atas pastinya masuk akal. Bahkan, sudah jadi common sense. Jadi, mari coba kita balik logikanya agar Anda mengerti betul pentingnya branding.

Sederhananya, toko online tidak punya branding hanya mengalamatkan diri untuk dilupakan. Toko semacam itu ━ kasarnya ━ tak unik dan meniatkan diri hanya untuk dipakai sekali transaksi. Calon pelanggan jadinya tak memiliki alasan kuat untuk membeli di toko tersebut.

Itu pula kenapa kebanyakan bisnis dropship yang tak ber-branding, gila-gilaan mengobral harga. Sebelum pada akhirnya gulung tikar karena usaha tak sebanding dengan cuan.

Jadi, sampai sini, Anda mengerti kan arti penting sebuah branding? Ya. Kami harap seperti itu.

Identitas bisnis Anda ada dalam branding. Karena identitas sendiri itu unik, Anda bisa saja meniatkan branding sebagai salah satu yang memiliki nilai jual atau unique selling point.

Untuk membuat konsep ini gampang dipahami, Anda bisa memisalkan branding sebagai seorang teman. Bagaimana sifat, kepribadian, dan gayanya nampak pada desain logo, tampilan website, dan materi promosi lainnya.

Kami tahu konsep memanusiakan bisnis sedikit sulit dipahami. Tapi intinya, branding harus bisa merepresentasikan apa bisnis Anda dan apa yang bisa bisnis Anda lakukan. Nantinya, Anda bisa mengukur seberapa kuat branding usaha dalam tiga kategori:

Top of Mind ━ sebuah brand cepat dikenal ketika seseorang menanyakan brand di kategori produk tertentu. Misalnya, “sebutkan lima brand gadget yang Anda tahu”. Maka daftar brand yang disebut berhasil menempati kasta brand awareness yang tertinggi.

Un-aided Awareness ━ konsumen mengenal brand setelah dipancing dengan sebutan brand kompetitornya. Dengan pertanyaan sama seperti sebelumnya dan ditambah menyebutkan brand A, konsumen bisa menyebutkan brand B, C, D, dan E.

Aided Awareness ━ ketika sebuah nama brand diinfokan oleh orang kepada konsumen. Dengan kata lain, konsumen tidak otomatis memikirkannya.

Most Downloaded Pictures of The Month

Sedot-X Dropship Tools

Sedot-X Dropship Tools

Tools Dropship Paling Bagus

Tools Dropship Paling Bagus
Tools Dropship Terbaik
Tools Dropship Terbaik
Apa itu Sedot-X
Apa itu Sedot-X

Fitur-fitur Sedot-X

Fitur-fitur Sedot-X

Sedot-X Dropship Tools

Sedot-X Dropship Tools
Apa itu Sedot-X
Apa itu Sedot-X
Tools Dropship Ampuh
Tools Dropship Ampuh
dropship  Menjadi Dropshipper Pemula

Supaya mencapai tingkatan tertinggi brand awareness, ada banyak hal yang bisa dipahami. Caranya pun tak hanya pada yang sosmed dan promo saja. Misalnya saja, menjual program coba gratis (freemium), memberikan promosi lewat referral, berpartner dengan influence dan lainnya.

Gallery of Menjadi Dropshipper Pemula

dropship  Menjadi Dropshipper Pemula

Trending Today

Sedot-X Dropship Tools
Sedot-X Dropship Tools
Tools Dropship Ampuh
Tools Dropship Ampuh

84 out of 100. Rated by 888 users.
1 star 2 stars 3 stars 4 stars 5 stars

Comments are closed.

Recent Posts

Categories

Monthly Archives

Static Pages

Popular Galleries

Tools Dropship Paling Bagus

Tools Dropship Paling Bagus

Sedot-X Dropship Tools

Sedot-X Dropship Tools

Tools Dropship Ampuh

Tools Dropship Ampuh

Fitur-fitur Sedot-X

Fitur-fitur Sedot-X

Tools Dropship Terbaik

Tools Dropship Terbaik
Apa itu Sedot-X
Apa itu Sedot-X

Tag Cloud

AboutTerms of ServicePrivacy NoticeCookie PolicyContactCopyright

Any content, trademark/s, or other material that might be found on this site that is not this site property remains the copyright of its respective owner/s.