Ayyoubmaulana Ide Bisnis Kreatif

Resiko Menjadi Dropshipper

dropship  Resiko Menjadi Dropshipper

Published at Friday, August 21st 2020, 01:47:41 AM. dropship. By admin.

Negara ini diprediksi menjadi pasar ecommerce tertinggi di Asia. Pada tahun 2021, pendapatan dari bisnis online akan mencapai nilai $14,47 miliar. Angka itu akan sama dengan 20 persen pendapatan negeri ini.

Tak heran, bisnis online adalah ladang uang paling strategis untuk dijajaki. Di antara sekian banyak skema berbisnis online, dropship ialah salah satu yang cukup berprospek bagus. Skema bisnis dropship bisa dibilang minim risiko sekaligus juga minim modal.

Siapa saja bisa memulai berbisnis dropship alias menjadi dropshipper. Asalkan familiar dengan ecommerce, peka dengan permintaan pasar, dan getol untuk memasarkan bisnis.

Jadi, apakah Anda berminat menjadi dropshipper?

Kalau iya, artikel ini cocok untuk Anda baca. Di sini kami akan membahas cara menjadi dropship tanpa modal. Tak lupa, ada juga bahasan serba-serbi strategi membangun bisnis dropship yang sukses, seperti:

Memilih produk dan partner bisnis yang tepat; memberikan nilai jual unik (unique selling points) pada bisnis; membuat branding bisnis; Membuat website yang apik; Membuat otomatisasi proses pembelian dan notifikasi; Mempercepat produk terjual dengan teknik marketing tepat.

Tanpa banyak basa-basi lagi, yuk mulai topik bahasannya.

Apa itu Bisnis Dropship?

Bisnis dropship ialah model bisnis di mana seseorang menawarkan produk yang dibuat oleh pihak lain. Namun, untuk menjual produk tersebut, orang ini tak perlu menyetok dan mengirimkannya secara manual. Lewat bisnis dropship, produsen juga lah yang transfer produknya ke konsumen.

Lalu, apa itu dropshipper? Dropshipper yaitu orang menjalankan bisnis dropship. Kalau Anda nantinya menjalankan bisnis dropship, Anda akan disebut sebagai dropshipper.

Sebagai dropshipper, Anda tak perlu lagi memikirkan produksi dan pengiriman barang. Sebab, kesemuanya itu sudah menjadi tugas si produsen.

Tugas Anda kemudian adalah mengembangkan bisnis itu sendiri. Bagaimana langkah konkretnya?

Sebentar. Jangan buru-buru dulu.

Sebelum mengerti strategi bisnisnya, tentu Anda perlu pahami dulu bagaimana cara dropship dan cara menjadi dropshipper. Untuk itu, ada baiknya Anda baca artikel satu ini: Cara Memulai Bisnis Dropship.

Selain cara-cara berbisnis, kamu akan temukan gambaran besar soal bisnis dropship di artikel itu. Apa saja keuntungan dan tantangan menjalankan dropshipping? Jenis produk apa saja yang bisa di-dropship? Semuanya terangkum di sana.

Setelah selesai, diperkenankan lah Anda menyelam lebih dalam untuk tahu strategi sukses berbisnis dropship. Toh, memang itu tujuan artikel ini. Sebentar lagi, kami akan sodorkan pada Anda strategi marketing yang spesifik untuk dropshipping.

Suksesnya dropshipping ada pada marketing dan customer service. Bilamana Anda adalah orang yang kreatif sekaligus menyukai interaksi dengan orang lain, keduanya tentu tak jadi tantangan. Malah, kedua hal ini bisa terdengar sangat bisa dinikmati.

Namun, ada baiknya juga untuk kombinasikan hal-hal kreatif ini dengan sesuatu yang lebih terarah. Data dan best practice yang tepat bisa menjawab strategi bisnis dropship yang efektif, efisien, dan menghasilkan. Berikut segelintie tips yang bisa kami share kepada Anda.

Baca juga : Fitur fitur Sedot X

1. Tentukan Produk dan Partner yang Tepat

Sori. Kedua hal ini tak bisa ditawar. Keduanya ialah kunci berhasilnya bisnis dropship.

Pilihan produk yang cocok mengantarkan Anda pada konsumen yang banyak. Partner dropship / supplier barang yang tepat juga akan melancarkan bisnis Anda.

Tapi, akui saja, sangat susah untuk menentukan produk dan supplier yang tepat. Sebab, tak ada ukuran pasti mana yang pas untuk bisnis. Jadi, seringkali kesemuanya tergantung pada insting dan chemistry dengan partner bisnis.

Walaupun seperti itu, kami akan coba kasih sedikit panduan untuk membantu Anda menentukan produk untuk dropship. Berikut poin-poin yang kami maksud:

Pilih barang-barang yang punya satu niche. Terlalu banyak barang dengan niche campur aduk hanya akan membuat Anda tidak fokus. Reputasi toko juga takkan sebaik yang khusus menjual produk khusus. Pilih produk yang ringan dan tahan lama (durable). Tipikal produk macam ini bisa mengurangi risiko rusak selama proses pengiriman barang. Jangan memilih produk yang berat, bervolume besar, gampang rusak, dan pecah belah. Produk yang sejenis ini sulit dikirimkan, ongkos kirimnya mahal, dan risiko rusak juga besar. Prioritaskan untuk jual barang yang punya permintaan tinggi dalam jangka waktu lama. Jual produk-produk yang sedang tren di pasaran. Jadikan produk tersebut sebagai penarik pelanggan baru. Akan tetapi, jangan hanya menggantungkan produk-produk yang sedang tren supaya terhindar dari risiko kerugian. Hindari menjual produk yang sudah dipunyai oleh kompetitor besar dan punya basis pelanggan setia.

Selain soal produk, jangan lupakan juga komunikasi Anda dengan supplier produk. Sebisa mungkin, buatlah hubungan dekat dan personal dengan partner bisnis Anda.

Anggap supplier adalah pihak yang sama pentingnya dengan konsumen. Tanpa adanya supplier, tentu saja bisnis Anda takkan sukses. Tak ada barang yang sampai ke tangan konsumen bila supplier-nya saja tak ada.

Jangan pikir tips ini bualan saja lho ya. Berhubungan baik dengan supplier ini merupakan strategi yang dipakai oleh Zappos. Dikisahkan dalam buku Delivering Happiness yang wajib dibaca Hoster Rangers, strategi ini pula yang mengantarkan Zappos menjadi ecommerce sepatu pertama yang memiliki koleksi terlengkap dengan harga murah.

Ditambah dengan customer service yang memang jempolan, Zappos akhirnya bergabung dengan Amazon. Jadi, kesuksesan bisnis juga sangat ditentukan oleh partner Anda. Ingatlah tips di atas selama Anda menjalankan bisnis. Terutama di masa awal-awal.

Tidak hanya relasi dengan partner, Anda juga perlu coba memikirkan skema kerja sama yang tepat. Tak selamanya keuntungan diambil dari selisih harga supplier dan harga jual dropshipper. Kalau begitu, Anda akan mati-matian bersaing di pasaran. Sebab, akan selalu ada penjual yang menjual barangnya dengan harga lebih rendah.

Strategi macam itu tak sehat. Pun, takkan membuat Anda mendapatkan banyak laba.

Jadi, coba pikirkan sistem komisi untuk supplier Anda. Sistem ini jauh lebih baik diterapkan. Pun, supplier jadi ikut andil dalam kesuksesan bisnis. Anda bisa menekan supplier agar terus meningkatkan kualitas produk dan pelayanan. Apalagi dalam hal berita stok barang dan respons cepat (terutama berkaitan dengan garansi atau pengembalian barang).

2. Berikan Nilai Jual yang Unik

Jual dengan harga termurah, niscaya banyak pelanggan mengantri. Kalimat itu terlanjur terpatri di ingatan banyak orang. Pebisnis dan konsumen juga.

Mungkin itu sebabnya harga adalah hal pertama yang dilihat. Calon konsumen selalu berusaha mendapatkan harga terendah. Mau tak mau, pebisnis bersaing menawarkan harga yang ekonomis pula.

Namun, percayalah membanting harga tak selamanya membuat bisnis Anda sukses. Dalam jangka panjang, praktik bisnis yang demikian hanya akan mempersulit Anda sendiri. Karena itu artinya, Anda dipaksa menjaring customer dalam jumlah semakin banyak.

Padahal kan sudah jadi rahasia umum. Menjaring customer baru itu lebih sulit dan mahal dibandingkan mempertahankan yang lama. Kalau dipersentasikan, kemungkinan menjual ke kostumer baru hanya sekitar 5-20 persen. Jauh nilainya dengan persentase jual ke pelanggan lama, yaitu 60-70 persen.

Maka dari itu, Anda perlu cerdas menambahkan nilai jual ke produk. Lewat nilai jual ini pulalah Anda bisa mematok harga yang sedikit di atas rata-rata.

Dalam kasus bisnis dropship, memang agak sulit untuk membuat nilai jual atau unique selling point ke produk. Ya karena kembali lagi…apapun yang berhubungan dengan produk bukan urusan langsung Anda.

Sebagai gantinya, alihkan nilai unik ke hal-hal yang berhubungan dengan pelanggan. Misalnya saja, customer service yang cepat, jaminan waktu pengiriman yang cepat, ongkos kirim yang kompetitif, beri poin dan reward, berikan freebies dan tester produk, dan sebagainya.

3. Membuat Branding Bisnis

Branding adalah perkara yang tak bisa dilepaskan dari bisnis. Karena branding lah, sebuah bisnis bisa dikenal oleh banyak orang. Karena branding juga, bisnis sukses menarik pelanggan dan menjadikan dirinya berbeda dengan bisnis lain.

Alasan di atas pastinya masuk akal. Bahkan, sudah jadi hal yang biasa. Jadi, mari coba kita balik logikanya agar Anda paham betul pentingnya branding.

Sederhananya, toko online tidak punya branding hanya mengalamatkan diri untuk dilupakan. Toko semacam itu ━ kasarnya ━ tak bagus dan meniatkan diri hanya untuk dipakai sekali transaksi. Calon pelanggan jadinya tak memiliki alasan kuat untuk membeli di toko tersebut.

Itu pula kenapa kebanyakan bisnis dropship yang tak ber-branding, gila-gilaan menurunkan harga. Sebelum pada akhirnya gulung tikar karena usaha tak sebanding dengan cuan.

Jadi, sampai sini, Anda mengerti kan arti penting sebuah branding? Ya. Kami harap seperti itu.

Identitas bisnis Anda ada dalam branding. Karena keunikan sendiri itu unik, Anda bisa saja meniatkan branding sebagai salah satu yang memiliki nilai jual atau unique selling point.

Untuk membuat konsep ini gampang dipahami, Anda bisa memisalkan branding sebagai seorang teman. Bagaimana sifat, kepribadian, dan gayanya nampak di desain logo, tampilan website, dan materi promosi lainnya.

Kami tahu konsep memanusiakan bisnis seperti sulit dipahami. Tapi intinya, branding harus bisa menjelaskan apa bisnis Anda dan apa yang bisa bisnis Anda lakukan. Nantinya, Anda bisa mengukur seberapa kuat branding usaha dalam tiga kategori:

Top of Mind ━ sebuah brand langsung dikenal ketika seseorang menanyakan brand di kategori produk tertentu. Misalnya, “sebutkan lima brand smartphone yang Anda tahu”. Maka daftar brand yang disebut berhasil menduduki kasta brand awareness yang tertinggi.

Un-aided Awareness ━ konsumen mengenal brand setelah dipancing dengan sebutan brand kompetitornya. Dengan pertanyaan sama seperti sebelumnya dan ditambah sebutan brand A, konsumen bisa menyebutkan brand B, C, D, dan E.

Aided Awareness ━ waktu sebuah nama brand diperkenalkan oleh orang kepada konsumen. Dengan kata lain, konsumen tidak otomatis membayangkannya.

Most Downloaded Pictures of The Month

Tools Dropship Paling Bagus

Tools Dropship Paling Bagus

Tools Dropship Terbaik

Tools Dropship Terbaik
Fitur-fitur Sedot-X
Fitur-fitur Sedot-X
Tools Dropship Ampuh
Tools Dropship Ampuh

Tools Dropship Terbaik

Tools Dropship Terbaik

Apa itu Sedot-X

Apa itu Sedot-X
Tools Dropship Ampuh
Tools Dropship Ampuh
Sedot-X Dropship Tools
Sedot-X Dropship Tools
dropship  Resiko Menjadi Dropshipper

Agar mencapai tingkatan tertinggi brand awareness, ada banyak hal yang bisa dipahami. Caranya pun tak terbatas pada yang sosmed dan promo saja. Misalnya saja, menjual program coba gratis (freemium), memberikan promosi lewat referral, berpartner dengan influence dan lainnya.

Gallery of Resiko Menjadi Dropshipper

dropship  Resiko Menjadi Dropshipper

Trending Today

Apa itu Sedot-X
Apa itu Sedot-X
Fitur-fitur Sedot-X
Fitur-fitur Sedot-X

78 out of 100. Rated by 502 users.
1 star 2 stars 3 stars 4 stars 5 stars

Comments are closed.

Recent Posts

Categories

Monthly Archives

Static Pages

Popular Galleries

Tools Dropship Paling Bagus

Tools Dropship Paling Bagus

Tools Dropship Terbaik

Tools Dropship Terbaik

Fitur-fitur Sedot-X

Fitur-fitur Sedot-X

Apa itu Sedot-X

Apa itu Sedot-X

Tools Dropship Ampuh

Tools Dropship Ampuh
Sedot-X Dropship Tools
Sedot-X Dropship Tools

Tag Cloud

AboutTerms of ServicePrivacy NoticeCookie PolicyContactCopyright

Any content, trademark/s, or other material that might be found on this site that is not this site property remains the copyright of its respective owner/s.